Minggu, 02 November 2014

Menyimak yang Baik dalam Perkuliahan


Menyimak merupakan salah satu kemampuan berbahasa selain berbicara, membaca, dan menulis. Menyimak merupakan kegiatan mendengarkan bunyi bahasa secara sungguh-sungguh, seksama sebagai upaya untuk memahami ujaran itu sebagaimana yang dimaksudkan oleh pembicara dengan melibatkan seluruh aspek mental kejiwaan seperti mengidentifikasi, menginterpretasi, dan mereaksinya. Kompleksitas menyimak pemahaman dengan menunjukkan bahwa si penyimak harus secara terus menerus mengintegrasikan kemampuan-kemampuan sebagai berikut:
1.      Mengidentifikasi sinyal-sinyal yang terucap dari suara-suara sekelilingnya.
2.      Memilah aliran ujaran ke dalam kata-kata.
3.      Menangkap dan merangkaikan struktur tuturan.
4.      Memformulasikan respon-respon yang sesuai (dalam menyimak intektif).
Salah satu kegiatan menyimak adalah menyimak materi kuliah. Kuliah merupakan penyampaian materi perkuliahan oleh dosen kepada mahasiswa.
Beberapa cara ampuh yang dapat dilakukan mahasiswa untuk mengingat dan memahami materi dengan mudah dalam menyimak kuliah adalah sebagai berikut.
1.      Mahasiswa harus siap mengikuti perkuliahan.
Menyiapkan diri dan menyambut dengan senang mengenai materi perkuliahan yang akan disampaikan oleh dosen. Dengan perasaan siap untuk mengikuti perkuliahan, akan memudahkan mahasiswa dalam menyimak materi perkuliahan yang disampaikan oleh dosen. Setelah mahasiswa mudah dalam menyimak materi perkuliahan, artinya diharapkan mahasiswa juga akan mudah dalam mengingat dan memahami materi perkuliahan yang disampaikan dosen.
2.      Memperhatikan materi perkuliahan dari awal sampai akhir.
Ketika dosen sudah masuk ke dalam ruang kelas dan mulai menyampaikan materi perkuliahan, mahasiswa diharapkan mulai memperhatikan dosen menyampaikan materi. Biasanya, dosen akan menyampaikan pokok bahasan di awal kegiatan pembelajaran atau permulaan. Jadi, jangan sampai mahasiswa lengah sehingga tidak memperhatikan penyampaian pokok bahasan yang disampaikan dosen di awal pekuliahan. Jika mahasiswa tidak memperhatikan perkuliahan dari awal, maka mahasiswa akan merasa jenuh menyimak materi selanjutnya dalam perkuliahan tersebut. Padahal, mahasiswa juga harus tetap konsentrasi sampai pada akhir perkuliahan untuk mendapatkan kesimpulan dari semua uraian materi kuliah.

3.      Menyiapkan buku catatan dan sumber belajar (buku kuliah).
Sambil menyimak materi perkuliahan yang disampaikan oleh dosen, mahasiswa bisa mencatat pokok bahasan apa saja yang disampaikan dosen di buku catatan yang telah disiapkan sebelumnya. Pokok bahasan yang sekiranya penting dan harus dicatat, maka catatlah.
Pokok bahasan yang harus dicatat, misalnya seperti mencatat setiap materi penting yang disampaikan oleh dosen di awal perkuliahan. Kemudian mencatat poin-poin penting isi materi perkuliahan serta mencatat kesimpulan yang disampaikan dosen di akhir perkuliahan. Mahasiswa juga bisa mencatat pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh sebagian mahasiswa yang bertanya kepada dosen. Hal tersebut dapat memberikan pemahaman dan tambahan pengetahuan tentang materi yang belum dipahami oleh mahasiswa. Selain dengan mencatat materi dan pertanyaan, mahasiswa juga bisa menandai pokok bahasan penting yang terdapat pada sumber belajar yang dibawanya (buku kuliah) yang materinya sesuai dengan apa yang disampaikan dosen dalam perkuliahan.
4.      Mengulang materi berulang kali.
Agar mahasiswa dapat mengingat materi yang telah disampaikan oleh dosen, maka mahasiswa harus sering mengulangnya dengan mempelajari, membuka catatan, dan membacanya di kala waktu senggang. Misalnya, ketika dalam perjalanan pulang di bus, jangan segan-segan untuk membuka kembali catatan yang telah dicatat pada waktu perkuliahan berlangsung.
Mahasiswa juga bisa menghafalnya sedikit demi sedikit. Cara menghafal yang bisa dilakukan mahasiswa yaitu dengan menutup mata dan mendapatkan gambaran dari penjelasan dan ringkasan yang ada. Cobalah untuk membacanya terlebih dulu. Pilahlah kata-kata kunci yang penting dan digarisbawahi atau dengan model ilustrasi sendiri atau dengan grafis, seperti gambar, diagram warna, dan grafik.
          Selain dari keempat cara ampuh di atas, terdapat faktor-faktor yang dapat mendukung pemahaman materi yang dimiliki mahasiswa dalam menyimak kuliah. Pertama, materi kuliah. Materi kuliah yang menarik yang disampaikan oleh dosen dapat memberikan minat kepada mahasiswa untuk melakukan penyimakan dengan seksama. Adanya minat dari mahasiswa untuk menyimak materi perkuliahan dengan seksama, diharapkan mahasiswa dapat dengan mudah memahami materi perkuliahan. Kedua, penyampaian materi. Penyampaian materi oleh dosen dengan pemakaian bahasa yang baik dan jelas dapat menyemangati mahasiswa dalam menyimak materi perkuliahan. Selain itu, uraian pokok materi yang disampaikan dosen dengan menggunakan contoh, perbandingan, analogi dan sebagainya dapat memberikan pemahaman yang baik kepada mahasiswa. Jadi, materi kuliah dan cara penyampaian materi oleh dosen, keduanya harus menarik. Jika kedua faktor tersebut bisa didapatkan mahasiswa dalam proses perkuliahan, maka kedua faktor tersebutpun dapat mendukung dalam memberikan pemahaman yang baik untuk mahasiswa.
          Demikian beberapa cara ampuh dan faktor pendukung yang dapat dilakukan mahasiswa dalam rangka meminimalisir kesulitan mahasiswa dalam mengingat materi dan meningkatkan pemahaman materi dalam menyimak kuliah. Semoga dari beberapa cara ampuh di atas dapat memberikan solusi terbaik untuk mahasiswa yang ingin meningkatkan pemahaman dan mengingat materi dalam perkuliahan. Tidak ada cara yang instan bagi mahasiswa untuk bisa mengingat dan menghafal materi kuliah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar