Jumat, 31 Oktober 2014

Keterampilan Berbahasa (Berbicara)


KETERAMPILAN BERBICARA

          Berbicara merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang bersifat produktif, artinya suatu kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menyampaikan gagasan, pikiran atau perasaan sehingga gagasan-gagasan yang ada dalam pikiran pembicara dapat dipahami orang lain. Berbicara berarti mengemukakan ide atau pesan lisan secara aktif melalui lambang-lambang bunyi agar terjadi kegiatan komunikasi antara penutur dan mitra tutur. Memang setiap orang dikodratkan untuk bisa berbicara atau berkomunikasi secara lisan, tetapi tidak semua memiliki keterampilan untuk berbicara secara baik dan benar. Oleh karena itu, pelajaran berbicara seharusnya mendapat perhatian dalam pengajaran keterampilan berbahasa di sekolah dasar.
Berbicara diartikan sebagai kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan dan menyampaikan pikiran, gagasan, serta perasaan. Dapat dikatakan bahwa berbicara merupakan suatu sistem tanda-tanda yang dapat didengar (audible) dan yang kelihatan (visible) yang memanfaatkan sejumlah otot tubuh manusia demi maksud dan tujuan gagasan atau ide-ide yang dikombinasikan.
Keterampilan berbicara adalah kemampuan untuk mengekspresikan, menyatakan, serta menyampaikan ide, pikiran, gagasan, atau isi hati kepada orang lain dengan menggunakan bahasa lisan yang dapat dipahami oleh orang lain.
Konteks kegiatan berbicara dalam era modern seperti sekarang bisa berwujud bermacam-macam kegiatan, baik dalam kontek komunikasi lisan yang bersifat informal sampai kegiatan komunikasi lisan yang bersifat formal yang melibatkan pembicara dan pendengar.
Salah satu sumber yang menyebutkan bahwa kegiatan komunikasi lisan dalam konteks masyarakat sekarang contohnya berceramah, berdebat, bercakap-cakap, berkhotbah, berwawancara, berdiskusi, menyampaikan permintaan maaf, memperkenalkan diri, dll. 
Kegiatan berbicara juga memerlukan hal-hal di luar kemampuan berbahasa dan ilmu pengetahuan. Pada saat berbicara diperlukan:
1.      Penguasaan bahasa
2.      Bahasa
3.      Keberanian dan ketenangan
4.      Kesanggupan menyampaikan ide dengan lancar dan teratur.

Cara melatih keterampilan berbicara, yaitu:
1. Biasakan berbicara di depan orang banyak
2. Banyak berdiskusi dengan orang lain
3. Aktif diorganisasi
4. Banyak bergaul
Berbicara berarti mengemukakan ide atau pesan lisan secara aktif. Kemampuan berkomunikasi secara lisan ini menjadi fokus kemampuan berbahasa,terutama siswa asing. Dalam pengajaran berbicara yang paling penting adalah mengajarkan keterampilan berkomunikasi lisan dengan orang lain. Hal-hal yang perlu dilatihkan adalah :
1.    Menghilangkan kesalahan melafalkan bunyi-bunyi bahasa misalnya bunyi [e] [E] dianggap sama. Kesalahan melafalkan bunyi sering terjadi karena pembicara lupa melafalkan salah satu bunyi yang seharusnya dilafalkan. Misalnya kata instruksi dilafalkan [intruksi], interupsi [intrupsi] sebaliknya kata indentik dilafalkan [identil].
2.    Menghilangkan kesalahan memilih kata-kata atau istilah yang tepat. Hal ini berhubungan dengan diksi. Diksi berkaitan dengan makna. Dalam bahasa Indonesia terdapat kata-kata yang mempunyai daerah makna yang sama.
Contoh: melihat, menengok, melayat, menjenguk, menonton, memperhatikan, mengintip, dan meninjau.
Dalam kalimat seperti:
            Ia menonton pertandingan sepak bola.
            Ia menjenguk temannya yang sakit.
Kalimat ini tentu janggal bila diucapkan dengan diksi yang berbeda, misalnya kalimat:
            Ia mengintip pertandingan sepak bola.
            Ia menonton temannya yang sakit.
Bagi pembelajar asing hal ini tentu bukan hal yang mudah.
3.     Menghilangkan penggunaan kalimat yang samar-samar atau yang menimbulkan penafsiran yang berbeda.
4.    Menghilangkan pengungkapan pikiran yang tidak logis atau kacau. Misalnya:  
                               Dalam rapat itu membicarakan kasus pencurian mobil.
(Seharusnya, rapat itu membicarakan kasus pencurian mobil)
5.      Menghilangkan kesalahan struktur kalimat.
6.      Menghilangkan penggunaan kata mubazir.
Contoh:
            Ia adalah seorang anggota polisi.
            Ia polisi.


Kamis, 23 Oktober 2014

Keterampilan Berbahasa (Menyimak)



KETERAMPILAN BERBAHASA

Dalam belajar berbahasa sebenarnya ada proses bertahap yang sebenarnya sulit untuk dipisahkan antara titik tekan penguasaan kaidah gramatika dengan yang menitik beratkan pada penguasaan keterampilan berbahasa.
Keterampilan berbahasa itu meliputi mendengarkan, berbicara, atau bercakap cakap, membaca, dan latihan menulis. Untuk itu berikut ini akan digambarkan sekilas ruang lingkup keempat keterampilan berbahasa itu, masing-masing mencakup materi-materi keterampilan mendengarkan, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis.

Keterampilan Mendengarkan

Setiap hari kita mendengarkan orang berbicara atau menggunakan bahasa lisan. Kita mendengar orang berbicara dalam bahasa ibu, dalam bahasa kedua, atau dalam bahasa asing.
Menyimak atau mendengarkan dalam arti sempit mengacu pada proses mental pendengar yang menerima bunyi yang dirangsangkan oleh pembicara dan kemudian menyusun penafsiran apa yang disimaknya. menyimak dalam artian luas mengacu pada proses bahwa si penyimak tidak  hanya mengerti dan membuat penafsiran tentang apa yang disimaknya, tetapi lebih dari itu ia berusaha melakukan apa yang diinformasikan oleh materi yang disimaknya.
Menyimak banyak jenisnya, tetapi yang lebih utama dikembangkan di sekolah adalah jenis menyimak yang bersifat : 
a. Menyimak hati-hati atau careful listening, yaitu kemampuan memperhatikan ide-ide utama yang disampaikan oleh pembicara; 
b. Menyimak kritis atau critical listening, yaitu mempertanyakan menguji kebenaran apa yang disimak; untuk kemudian pendengar menolak atau menerima ide yang didengarnya; 
c. Menyimak perseptif atau perseptive listening, yaitu menyadari dan memahami apa yang dikatakan pembicara, meskipun tidak jelas apa yang disampaikannya;
d. Menyimak kreatif atau creative listening, yaitu menggunakan pemikiran, menilai apa yang disimak, dan membuat kreasi terhadap hasil simakkan. Misalnya memberikan kritik dan saran, mengulas, atau mengomentari melalui media masa.
Agar proses menyimak berhasil baik, maka dalam penyajian materi menyimak perlu diperhatikan faktor-faktor yang turut memengaruhi proses menyimak, yaitu: 
1. Kejelasan pesan yang berasal dari pembicara
2. Bahasa yang digunakan
3. Alat dengar penyimak
4. Suasana kejiwaan pembicara dan penyimak
5. Gangguan dari luar misalnya kebisingan dan keributan 

Beberapa saran untuk keberhasilan menyimak dalam proses belajar mengajar bahasa, yaitu:
a.  Tujuan menyimak
b.  Kecepatan menyajikannya
c.  Tingkat kesulitan bahasa sesuai dengan tingkat kemampuan berbahasa pembelajar
d. Topik harus sesuai dengan minat pembelajar
e. Topik menyimak harus berubah-ubah.